Bagaimana Melindungi Jari Dan Tangan Dari Resiko Titik Jepit?

 

Cidera pada jari tangan merupakan salah satu jenis kecelakaan yang paling sering terjadi, dampak yang ditimbulkan juga sangat beragam seperti luka lebam, tergores, retak tulang, atau bahkan sampai amputasi. Banyak yang menganggap cidera pada jari tangan bukanlah masalah yang serius, sehingga banyak yang mengabaikan. Sebagian besar aktivitas kita dengan menggunakan tangan. Kita bisa membayangkan apabila tangan kita sendiri yang terpotong, kita akan mengalami kebingungan dan aktivitas terganggu. Marilah kita mengambil pelajaran dari sebuah contoh sederhana berikut:
“Cobalah kita melepaskan tali sepatu dengan kedua tangan kita tetapi ibu jari tidak boleh ikut membantu, akan terasa lebih sulit buka? ”
Pelajaran yang kita dapat adalah begitu pentingya peran tangan dan jari jari kita untuk melaksanakan pekerjaan, oleh karena itu jangan pernah menganggap remeh cidera pada jari tangan Anda. Cidera pada tangan atau jari tangan dapat terjadi pada semua pekerja, namun yang paling sering menaglami adalah mekanik, operator atau driver.
Salah satu penyebab cidera yaitu terjepit pada titik jepit atau masuk pada bagian mesin yang berputar. Titik jepit pada umumnya diberi tanda pita berwarna kuning hitam, namun tidak semua titik jepit dapat teridentifikasi dengan mudah. Beberapa kasus kecelakaan di area kerja disebabkan karena pekerja berusaha membantu mempresisikan/meluruskan barang atau material yang diangkat, sehingga tanpa disadari pada saat barang diletakkan jari tangannya terjepit. Selain terjepit, cidera jari tangan juga banyak disebabkan karena masuk dalam bagian mesin yang berputar baik disengaja karena sedang melakukan pengecekan mesin atau tidak sengaja karena ada bagian pakaian yang tertarik.

Cidera pada tangan dan jari tangan harus dicegah agar catatan kecelakaan di area kerja menunjukkan penurunan, beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari cidera pada tangan dan jari tangan adalah sebagai berikut:
1. Lakukan identifikasi secara cermat terhadap potensi bahaya pada pekerjaan yang akan dilakukan, termasuk didalamnya adalah potensi tangan terjepit atau terluka.
2. Jangan pernah melakukan jalan pintas (short cut) pada setiap pekerjaan yang sedang dilakukan. Ikuti langkah-langkah kerja yang tertera pada prosedur kerja, jika ada langkah kerja yang tidak sesuai, lakukan komunikasi dengan atasan.
3. Matikan mesin atau gunakan alat bantu ketika melakukan pengecekan pada bagian mesin yang berputar.
4. Gunakan perkakas tangan yang sesuai (manual atau listrik) dengan pekerjaan, dan periksa kondisi perkakas untuk memastikan layak pakai sebelum digunakan.
5. Perhatikan posisi tangan atau jari tangan Anda, lihat bagian-bagian yang dapat mengakibatkan tangan atau jari tangan terjepit (nip point) serta posisi memegang saat melakukan pemukulan menggunakan palu
Ingat, Anda hanya memiliki sepasang tangan. Dengan mengenali potensi bahaya dan situasi berbahaya serta mematuhi aturan keselamatan, Anda dapat

Views All Time
Views All Time
328
Views Today
Views Today
1

Leave a Reply