Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan (IADL) dan Penentuan Pengendalian

Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan (IADL) dan Penentuan Pengendalian

 

Daftar Isi

  1. Tujuan.
  2. Ruang Lingkup.
  3. Referensi.
  4. Definisi.
  5. Prosedur.
    5.1.   Tugas dan Tanggung-Jawab.
    5.2. Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) dan Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan (IADL)
    5.3. Verifikasi Hasil Penilaian Risiko (IBPR) dan Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan (IADL)
    5.4.   Pengendalian Risiko dan Dampak Lingkungan.
    5.5.   Pencatatan dan Komunikasi.
    5.6.   Peninjauan Ulang..
  6. Formulir terkait.

1. Tujuan

    • Membuat suatu sistem untuk mengidentifikasi dengan sistematis semua Bahaya dan Aspek Lingkungan yang ada di setiap Jobsite.
    • Membuat sistem untuk menilai secara sistematis Risiko dan Dampak Lingkungan yang terkait dengan Bahaya dan Dampak Lingkungan yang telah diidentifikasi.
    • Memastikan bahwa terdapat Rencana Pengendalian yang tepat untuk mengurangi risiko sampai ke tingkat yang dapat diterima.

2. Ruang Lingkup

Semua proses kerja yang ada di PT. Riung Mitra Lestari (RML)

3.   Referensi

    • Persyaratan ISO 9001: 2008 klausul 2 Customer Focus
    • Persyaratan ISO 14001:2004 klausul 4.3.1 Environment Aspect
    • Persyaratan OHSAS 18001:2007 klausul 4.3.1 HIRA-DC
    • Persyaratan SMK3 PP No. 50 Tahun 2012
    • Persyaratan SMKP Permen ESDM No. 38 Tahun 2014

4. Definisi

    1. K3L adalah singkatan dari Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan.
    2. Bahaya adalah segala sesuatu (zat, kondisi, perilaku) yang dapat mengakibatkan kecelakaan.
    3. Aspek Lingkungan adalah segala sesuatu yang dapat menyebabkan pencamaran lingkungan.
    4. Risiko adalah peluang/kemungkinan paparan bahaya yang berakibat kecelakaan
    5. Dampak Lingkungan adalah akibat dari paparan aspek lingkungan di atas baku mutu (pencemaran air, pencemaran tanah dll)
    6. Tingkat Risiko dan Dampak / Risk Level adalah tingkatan resiko yang di ekspresikan dengan I (Critical Risk), II (High Risk), III (Medium Risk), IV(Low Risk).
    7. Pengendalian Risiko dan Dampak adalah Usaha yang dilakukan untuk melakukan pengelolaan terhadap resiko atau dampak dari sebuah kegiatan agar mencapai resiko/dampak sekecil mungkin.
    8. Kontrol Tambahan adalah pengendalian tambahan yang dilakukan untuk melakukan kontrol terhadap resiko sisa.
    9. Matriks Analisa Risiko dan Dampak adalah matrik yang dilakukan untuk melakukan penilaian resiko terhadap bahaya yang teridentifikasi.

5. Prosedur

5.1. Tugas dan Tanggung-Jawab

        1. Setiap Project Manager bertanggung-jawab untuk memastikan bahwa proses Identifikasi Bahaya Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Aspek Lingkungan, Penilaian Risiko dan Dampak Lingkungan serta Penetapan Pengendalian dilaksanakan di Jobsitenya.
        2. Semua Anggota Manajemen Lini bertanggung-jawab untuk memastikan bahwa proses ‘HIRA’ dilaksanakan di wilayah tanggung-jawab mereka
        3. Semua Karyawan bertanggung-jawab untuk memastikan bahwa  proses ‘HIRA’ dijalankan setiap hari di tempat mereka bekerja.

5.2.Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) dan Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan (IADL)

        1. Setiap orang yang telah ditunjuk, melakukan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) dan Identifikasi Aspek dan Dampak LIngkungan (IADL) serta mendokumentasikanya dalam Formulir Standard IBPR dan IADL (FRM-HSE-001)
        2. IBPR dan IADL disusun berdasarkan Business Process Mappingbeserta interaksi – interaksi antar proses.
        3. Identifikasi Bahaya K3 dan Identifikasi Aspek Lingkungan mencakup :
          • Semua area yang diidentifikasi.
          • Sumber-sumber bahaya dan aspek lingkungan.
          • Bahaya-bahaya yang timbul baik dari dalam tempat kerja maupun luar tempat kerja.
          • Aktivitas yang melibatkan seluruh personel yang mempunyai akses ke tempat kerja (termasuk kontraktor dan visitor).
          • Aktivitas rutin dan tidak rutin
          • Aktivitas normal dan abnormal maupun emergency.
          • Perilaku manusia, kemampuan dan faktor-faktor manusia lainnya.
          • Prasarana, peralatan dan material di tempat kerja baik yang disediakan oleh organisasi ataupun pihak lain.
          • Modifikasi/perubahan atau usulan perubahan baik Organisasi, Sistem manajemen K3L, proses, aktivitas, material, jasa serta dampaknya kepada operasional termasuk didalamnya perubahan sementara.
          • Adanya kewajiban perundangan yang relevan terkait penilaian risiko dan dampak lingkungan dan penerapan pengendalian yang dibituhkan
          • Rancangan area-area kerja, proses-proses, instalasi-instalasi, mesin/peralatan, prosedur operasional dan organisasi kerja, termasuk adaptasinta kepada kemampuan manusia.
        1. Penilaian risiko K3 dan dampak lingkungan merupakan kombinasi antara:
          • Tingkat Konsekuensi
          • Tingkat Kekerapan
        1. Penilaian risiko dan dampak lingkungan dilakukan dengan menentukan konsekuensi dan kekerapan dari konsekuensi tersebut untuk suatu risiko dan dampak yang ada. Keparahan dan kekerapan dikombinasikan untuk menentukan kategori tingkat risiko dan dampak dari hasil identifikasi dan penilaian mengacu kepada Matriks Penilaian Risiko dan Dampak.
        2. Tingkat konsekuensi yang diambil dalam penilaian risiko dan dampak berdasarkan skenario terburuk dari berbagai macam konsekuensi.
        3. Penilaian risiko dan dampak dilakukan baik untuk situasi / kondisi tanpa pengendalian, situasi / kondisi setelah pengendalian maupun tingkat risiko dan dampak prediksi dengan pengendalian tambahan. Hal ini dilakukan untuk mengukur efektifitas pengendalian yang telah dilakukan.

5.3. Verifikasi Hasil Penilaian Risiko (IBPR) dan Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan (IADL)

        1. Departemen K3L melakukan verifikasi terhadap hasil identifikasi dan penilaian yang telah dilakukan oleh setiap Departemen.
        2. Verifikasi dilakukan untuk mengevaluasi effektivitas dari pengendalian yang telah dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain :
          • Catatan insiden
          • Tingkat kepatuhan dan pelanggaran
          • Hasil inspeksi dan observasi tugas
          • Hasil Audit

5.4. Pengendalian Risiko dan Dampak Lingkungan

        1. Pengendalian risiko dan dampak lingkungan yang efektif harus dilakukan untuk menurunkan risiko dan dampak sampai pada tingkat yang dapat diterima.
        2. Tindakan Pengendalian Risiko dan Dampak Lingkungan dilakukan sesuai dengan hierarki pengendalian K3L, yaitu :
        • Eliminasi
        • Substitusi
        • Engineering
        • Administratif
        • Personal protective Equipment
        1. Apabila tingkat risiko dan dampak setelah pengendalian masih dalam tingkat yang tidak bisa diterima (kritikal dan tinggi) harus dilakukan pengendalian tambahan (additional control) sampai kepada tingkat risiko yang bisa diterima.
        2. Pengendalian tambahan (additional control) harus terus dimonitor secara terus menerus untuk memastikan pemenuhannya, sehingga harus ditentukan secara jelas :
          • PIC / Penanggung-Jawab
          • Due Date / Batas Waktu
          • Status Pemenuhan
        3. Pengendalian risiko dan dampak lingkungan akan dibahas dalam tinjauan manajemen berikutnya pada tahun berjalan untuk dasar dalam menentukan Tujuan, Sasaran dan Program K3L dengan mempertimbangkan :
        • Regulasi (Peraturan pemerintah)
        • Kepentingan Finansial Perusahaan
        • Plan Management / Activity Management
        • Kebijakan K3L.
        1. Dewan K3L bertanggung-jawab untuk menyusun sebuah “Protokol Pengendalian Risiko Tinggi (PPRT)” terhadap Top High Riskyang teridentifikasi dari proses IBPR dan IADL di seluruh Jobsite.
        2. “PPRT” yang telah disusun digunakan sebagai pedoman pengelolaan “Top High Risk” di seluruh jobsite.

5.5. Pencatatan dan Komunikasi

        1. Untuk semua proses Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) dan Identifikasi Aspek dan Dampak (IADL) harus dicatat dalam formulir standard IBPR dan IADL (FRM-HSE-001)
        2. Pencatatan proses IBPR dan IADL dalam formulir standar memuat :
        • Nomor
        • Daftar operasional dan proses
        • Rincian aktifitas
        • Kondisi situasional (rutin, non rutin, normal, abnormal atau emergency)
        • Rincian Bahaya dan Aspek Lingkungan
        • Rincian Risiko dan Dampak Lingkungan
        • Peraturan perundang-undangan terkait
        • Penilaian risiko dan dampak dengan kondisi / situasi tanpa pengendalian, mencakup : Tingkat Konsekuensi, Tingkat Kekerapan dan Tingkat Risiko (Kritikal, Tinggi, Medium atau Rendah).
        • Daftar pengendalian risiko dan dampak yang ada (existing control)
        • Penilaian risiko dan dampak dengan kondisi dan situasi setelah pengendalian mencakup : Tingkat Konsekuensi, Tingkat Kekerapan dan Tingkat Risiko (Kritikal, Tinggi, Medium atau Rendah).
        • Verifikasi nilai risiko dan dampak.
        • Pengendalian tambahan (additional control) mengacu kepada Hierarki Pengendalian Risiko dan Dampak.
        • PIC / penanggung-jawab
        • Due date (batas waktu)
        • Status pemenuhan
        • Penilaian risiko dan dampak prediksi untuk kondisi dan situasi dengan control tambahan
        1. IBPR dan IADL yang telah disusun di setiap departemen harus disetujui oleh Kepala Bagian terkait, Kepala Bagian K3L dan Project Manager termasuk setiap revisi atau perubahan dari hasil peninjauan ulang.
        2. Kepala Bagian K3L harus merangkum semua proses IBPR dan IADL dan menentukan ”Top High Risk” di setiap bagian.
        3. Semua karyawan harus menerima sosialisasi tentang semua “IBPR dan IADL” yang ada (baru ataupun revisi) secara terus menerus.
        4. Semua karyawan harus menandatangani absensi  kehadiran setiap kali menghadiri acara pengenalan / pelatihan / bimbingan “IBPR dan IADL”.
        5. Catatan rinci  semua pengenalan / pelatihan / bimbingan “IBPR dan IADL” yang dilakukan di semua Jobsite harus disimpan dengan baik.

5.6. Peninjauan Ulang

        1. Setiap orang yang telah ditunjuk, melakukan proses Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) dan Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan (IADL) setiap 6 (enam) bulan sekali.
        2. Setiap orang yang telah ditunjuk melakukan peninjauan ulang atau perubahan hasil identifikasi tanpa menunggu jatuh tempo periode identifikasi dan penilaian (setiap 6 bulan sekali) jika terjadi:
        • Penambahan proses kerja baru
        • Penambahan alat kerja baru
        • Perubahan peraturan K3L
        • Terjadi insiden dengan kategori serius atau potensi serius. Kategori insiden mengacu kepada SOP-HSE-032 tentang Pelaporan dan Penyelidikan Insiden.

6. Formulir terkait

      • SOP-HSE-030  (SOP Pelaporan dan Penyelidikan Insiden)
      • STD-HSE-001 (Standar Parameter “Matriks Penilaian Risiko dan Dampak”)
      • FRM-HSE-001 (Formulir Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) dan Identifikasi Aspek dan Dampak (IADL))
Views All Time
Views All Time
1692
Views Today
Views Today
1