IJIN KERJA

Penerbitan Izin Kerja

 

  1. TUJUAN

    Prosedur ini bertujuan untuk :

    1. Memastikan adanya standar yang mewajibkan penggunaan dan pengendalian “Surat Ijin Bekerja”.
    2. Mamastikan adanya perlindungan yang sistematis bagi karyawan yang harus melakukan pekerjaan berbahaya di daerah yang berbahaya.
  2. RUANG LINGKUP

    Prosedur ini hanya berlaku untuk pekerjaan di lingkungan PT. Riung Mitra Lestari (RML).

  3. REFERENSI

    • ISO 9001 : 2008 Klausul 7. Product Realization
    • OHSAS 18001:2007, klausul 4.4.6 Operational Control
    • Undang-Undang No. 1 tahun 1970
    • Persyaratan SMK3 PP No. 50 Tahun 2012
    • Persyaratan SMKP Permen ESDM No. 38 Tahun 2014
  4. DEFINISI

        a. Ijin Kerja adalah Ijin kerja khusus adalah ijin melakukan suatu pekerjaan yang:

        1. Memerlukan api atau akan menimbulkan sumber nyala api yang dapat menyalakan gas-gas, uap cairan kimia atau bahan-bahan yang mudah terbakar lainnya (Hot work permit). Pengecualian dari hal di atas adalah penyalaan-penyalaan aktifitas di proyek yang permanen misalnya generator dan lain sebagainya. Contohnya adalah pengelasan di luar area workshop.
        2. Pekerjaan pada listrik tegangan tinggi > 380 volt (high voltage work) seperti: perbaikan atau perawatan di area kompressor, instalasi listrik, pembangkit energi, dan diesel.
        3. Pekerjaan berada di tempat ketinggian > 5 meter .
        4. Pekerjaan berada di ruangan terbatas atau tertutup yang dimungkinkan kondisi oksigen terbatas ataupun terdapat zat-zat berbahaya (confined space).
        5. Bekerja di dekat atau di atas air (Working near water) dengan kedalaman > 2,5 m.
        6. Pekerjaan penggalian tanah (land disturbing) yang dimungkinkan menimbulkan gangguan terhadap struktur yang ada di bawah tanah berupa instalasi atau jaringan dibawah tanah (kable listrik, fiber optik, pipa-pipa, dll). Pekerjaan ini tidak termasuk lokasi penambangan yang telah ditetapkan

    b. Gas Safety Inspector (GSI) adalah pejabat yang ditunjuk sebagai penangungjawab keselamatan kerja bagi pelaksanaan pekerjaan confined space di daerah kerjanya.

        1. HSE officer adalah pejabat di bagian K3L yang ditunjuk sebagai penanggungjawab keselamatan kerja terhadap mesin-mesin yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan
        2. Pengawas Pekerjaan adalah orang yang ditunjuk sebagai pengawas dalam kegiatan pekerjaan tersebut
        3. Pelaksana Pekerjaan adalah orang yang mempunyai tugas untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

    Dengan ketentuan atau batasan sebagai berikut ;

      1. Masa berlakunya SIK ditentukan oleh bagian K3L didasarkan atas besar kecilnya risiko/bahaya akibat pekerjaan tersebut. Apabila pelaksana pekerjaan tersebut melebihi masa berlakunya SIK maka pelaksana pekerjaan harus melapor kepada GSI dan HSE Officer untuk perpanjangan SIK,
      2. Ijin Kerja akan diterbitkan menurut klasifikasi/situasi daerah tempat kerja atau setiap pekerjaan.
      3. Ijin Kerja harus ditanda tangani oleh K3L/Project Manager atau pejabat yang diberi otorisasi.
      4. SIK harus selalu berada di tempat pelaksanaan pekerjaan
  5. PROSEDUR

    5.1. Tugas dan Tanggung-Jawab dalam Penerbitan Ijin Kerja

        1. Manager Proyek bertanggung-jawab untuk memastikan adanya identifikasi bahaya, penilaian resiko dan penentuan pengendalian resiko untuk semua pekerjaan yang dilakukan di jobsite nya masing-masing.
        2. Manager Proyek bertanggung-jawab untuk memastikan adanya daftar pekerjaan yang memerlukan Ijin Kerja untuk mengendalikan resiko pekerjaan tersebut.
        3. Kepala Bagian HSE bertanggung-jawab untuk memastikan semua persyaratan K3L telah terpenuhi untuk pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan ijin kerja sebelum ijin kerja di keluarkan.
        4. Kepala Bagian HSE dan Kepala Seksi Pelatihan (TDC) bertanggung-jawab untuk menyelenggarakan pelatihan terhadap karyawan untuk memenuhi kompetensi karyawan pada pekerjaan yang memerlukan Ijin Kerja.
        5. Kepala Bagian terkait (di mana pekerjaan dilakukan) bertanggung-jawab atas kewenangan memberikan ijin kerja yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut.
        6. Seluruh Kepala Bagian bertanggung-jawab untuk memastikan kompetensi karyawan nya untuk melakukan pekerjaan/tugas terutama yang memerlukan ijin kerja.
        7. Kepala Bagian HSE memiliki kewenangan untuk menghentikan pekerjaan jika persyaratan K3L tidak terpenuhi.
        8. Pekerja bertanggung-jawab untuk memahami dan mematuhi prosedur kerja yang ada dengan teliti.

    5.2. Prosedur Dalam Penebitan Ijin Kerja.

        1. Persiapan Pekerjaan
          • Jobsite harus memiliki daftar pekerjaan yang memerlukan “surat Ijin kerja” berdasarkan IBPR yang telah disusun dan daftar tersebut harus di update
          • Jenis pekerjaan yang memerlukan ijin kerja adalah sebagai berikut antara lain :
            1. Bekerja di ketinggian lebih dari 5 meter
            2. Bekerja dengan panas
            3. Bekerja di ruang terbatas
            4. Bekerja di daerah Instalasi Listrik bertegangan tinggi (>380 V)
            5. Bekerja di daerah dekat air (> 2,5 m)
            6. Pekerjaan penggalian tanah khusus
          • Pihak terkait atau sebagai pelaksana pekerjaan yang diidentifikasi salah satu dari pekerjaan diatas, baik pekerjaan yang dilaksanakan atas permintaan bagian lain (berdasarkan job order) atau pekerjaan yang sifatnya rutin (pemeliharaan), memberitahukan sebelumnya kepada supervisor dan bagian HSE.
          • Pihak terkait mengisi formulir ijin kerja khusus Formulir Izin Kerja Khusus dari bagian HSE.
          • Setelah pengisian formulir dilakukan kemudian formulir dimintakan persetujuan dari supervisor. Supervisor harus memastikan seluruh persyaratan dipenuhi untuk melakukan pekerjaan sebelum memberikan persetujuan.
          • Formulir Ijin Kerja tersebut diserahkan kepada Kepala Bagian HSE untuk dilakukan pengecekan ulang.

    5.3. Formulir Ijin Kerja Khusus

        1. Dalam formulir ijin kerja khusus tertulis dengan jelas tanggal dan waktu berlakunya ijin kerja khusus, lokasi, jenis pekerjaan, jenis alat keselamatan, pengecekan, tanda tangan pemberi ijin dan penerima/pelaksana pekerjaan tersebut.
        2. Sepanjang berlakunya surat ijin kerja khusus ini, Kepala Bagian dan Kepala Bagian HSE bertanggung-jawab untuk menjamin bahwa kondisi dan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam ijin kerja khusus telah dipenuhi sebagaimana mestinya.
        3. Koordinator K3L berwenang untuk menghentikan pekerjaan tersebut jika kondisi di tempat kerja tidak aman.
        4. Formulir ijin kerja khusus dibuat salinannya dalam rangkap tiga:
          • Lembar pertama untuk pelaksana pekerjaan.
          • Lembar kedua untuk ditempel ditempat melaksanakan pekerjaan.
          • Lembar ketiga disimpan oleh koordinator untuk pengecekan pekerjaan.
        5. Untuk karyawan yang secara rutin/ sering melakukan pekerjaan yang memerlukan surat ijin kerja khusus atau sudah menjadi bagian dari pekerjaan tetap mereka maka untuk menggantikan surat ijin kerja khusus tersebut akan diterbitkan ID Card pekerjaan khusus dengan syarat atau ketentuan yang sama halnya dengan surat ijin kerja khusus dan akan dilakukan refresh secara berkala.

    5.4. Persiapan di Tempat Kerja

          5.4.1. Pekerjaan di Ketinggian diidentifikasi sebagai pekerjaan yang perlu dilakukan di ketinggian lebih dari lima (5m) meter diatas tanah. Namun untuk pekerjaan > 1,8 m sudah diwajibkan untuk menggunakan Safety Harness.

          1. Semua karyawan yang terlibat dalam pekerjaan diatas ketinggian telah mengikuti pelatihan dalam menghadapi bahaya pada pekerjaan di ketinggian .
          2. Karyawan yang akan melakukan pekerjaan ini harus dipastikan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri berupa Safety Harness.
          3. Karyawan yang akan melakukan pekerjaan ini harus telah mendapat ijin dari supervisor nya berupa pendatanganan “Surat Ijin Kerja”
          4. Supervisor harus memastikan alat dan peralatan (misal : tangga, dll) yang akan digunakan untuk melakukan pekerjaan diketinggian dalam kondisi yang baik dan layak digunakan ( bisa didasarkan pada hasil Inspeksi terakhir ).
          5. Alat Pelindung diri yang diperlukan dalam pekerjaan ini harus dipastikan lengkap, dalam kondisi memadai dan dipakai oleh karyawan tersebut.
          6. Bagian HSE bersama-sama dengan pelaksana pekerjaan dan pengawas langsung bertanggung-jawab untuk melakukan pengecekan area kerja dimana akan dilakukan kerja khusus.

    5.4.2. Pekerjaan dengan panas diidentifikaasi sebagai pekerjaan pengelasan potong maupun sambung (oxy-asytelin) atau semua pengelasan dengan gas lain ataupun listrik yang berada didekat bahan bakar, kontainer atau tangki yang mudah terbakar atau mudah meledak.

          1. Semua karyawan yang terlibat dalam pekerjaan dengan panas telah mengikuti pelatihan dalam menghadapi bahaya pada pekerjaan dengan panas.
          2. Karyawan yang akan melakukan pekerjaan ini harus dipastikan memiliki pengetahuan yang memadai (telah mengikuti pelatihan) mengenai tata cara pengelasan sesuai dengan prosedur aman yang berlaku.
          3. Karyawan yang akan melakukan pekerjaan ini harus telah mendapat ijin dari supervisor nya berupa pendatanganan “Surat Ijin Kerja
          4. Supervisor dan pelaksanan pekerjaan harus memeriksa dan memastikan peralatan las dan kabel-kabel dalam keadaan baik dan layak pakai sebelum pekerjaan dimulai.
          5. Memastikan lantai kerja bersih dari bahan yang mudah terbakar termasuk bahan kimia.
          6. Bahan yang mudah terbakar disingkirkan dari sisi yang berseberangan dari lokasi, jika bekerja di dinding/langit-langit.
          7. Menyiapkan dan memastikan alat pemadam kebakaran misalnya Alat Pemadam Api Ringan jenis Dry chemical untuk aktifitas kerja khusus.
          8. Memastikan Alat Pelindung Diri yang sesuai lengkap, dalam kondisi baik/layak dan dipakai oelh pekerja yang terlibat.
          9. Bagian HSE dan pelaksanan pekerjaan secara berkala memastikan bahwa aktifitas pekerjaan khusus dilaksanakan secara benar sesuai persyaratan yang berlaku untuk aktifitas tersebut.

    5.4.3. Pekerjaan pada ruang terbatas diidentifikasi sebagai bekerjaan di daerah tertutup. Daerah tertutup adalah daerah kerja yang berpotensi menimbulkan kondisi atmosfer yang kurang oksigen (termasuk tangki, pipa, saluran, cerobong, silo, kontainer, vessel tertutup, terowongan, galian tunnel, daerah yang tertutup atau daerah yang sebagian tertutup.

          1. Semua karyawan yang terlibat dalam pekerjaan pada ruang terbatas harus telah mengikuti pelatihan dalam menghadapi bahaya pada pekerjaan pada ruang terbatas.
          2. Karyawan yang akan melakukan pekerjaan ini harus dipastikan memiliki pengetahuan yang memadai penannganan bahaya di ruang terbatas. .
          3. Karyawan tersebut menadapatkan ijin dari supervisor nya untuk melakukan pekerjaan di dalam ruang tertutup dengan surat ijin kerja.
          4. Supervisor dan pelaksanan pekerjaan harus memeriksa dan memastikan kondisi lokasi kerja aman untuk pekerjaan yang akan dilakukan ( konsentrasi O2 maupun gas-gas lainnya ).
          5. Memastikan adanya ventilasi yang memadai terhadap
          6. Memastikan kesiapan Alat Keselamatan (Alat Bantu Pernafasan, dll) serta kesiapan safety harness yang dilengkapi dengan safety line yang dapat digunakan untuk menarik pekerja jika terjadi kecelakaan / kondisi darurat pada saat bekerja.
          7. Memastikan adanya orang yang mengawasi pekerjaan selama pekerjaan berlangsung (buddy system dijalankan)
          8. Bagian HSE secara berkala memastikan bahwa aktifitas pekerjaan khusus dilaksanakan secara benar sesuai persyaratan yang berlaku untuk aktifitas tersebut.
          9. Jika pekerjaan tertunda (belum selesai pada hari yang telah direncanakan), maka pelaksana pekerjaan harus memberitahukan kepada koordinator K3L.
          10. Pelaksana pekerjaan menanda-tangani pekerjaan tertunda.
          11. Jika akan melaksanakan pekerjaan yang sama pada hari berikutnya maka pelaksana pekerjaan harus memberitahukan terlebih dahulu kepada Koordinator K3L.
          12. Pekerjaan tertunda maksimum sampai 3 kali, jika pada batas waktu itu pekerjaan belum selesai maka harus dibuat ijin kerja khusus yang baru, dengan memperhatikan faktor-faktor keselamatan kerja seperti semula.
          13. Koordinator K3L memeriksa kembali semua persiapan yang diperlukan sebagai mana syarat-syarat yang diperlukan dalam ijin kerja khusus yang telah dikeluarkan.

    5.4.4. Bekerja di dekat atau di atas air diidentifikasi sebagai pekerjaan yang dilakukan di dekat atau di atas air dengan kedalaman lebih dari 2,5 meter. Namun untuk pekerjaan di dekat atau di atas air dengan kedalaman > 1 m sudah harus menggunakan Life Vest / pelampung.

          1. Semua karyawan yang terlibat dalam pekerjaan dekat air harus telah mengikuti pelatihan dalam menghadapi bahaya pada pekerjaan dekat air.
          2. Karyawan yang akan melakukan pekerjaan ini harus dipastikan memiliki pengetahuan yang memadai penanganan bahaya pada pekerjaan di dekat air dan memahami prosedur kerja di dekat air.
          3. Memastikan karyawan yang terlibat pada pekerjaan-pekerjaan di dekat air harus memiliki kemampuan berenang yang baik/ memadai.
          4. Karyawan tersebut menadapatkan ijin dari supervisor nya untuk melakukan pekerjaan di dekat air dengan surat ijin kerja.
          5. Memastikan jika terdapat pekerjaan di dekat air dengan kedalama > 2,5 meter pekerja tidak bekerja sendiri (harus ada pendamping) buddy sistem harus dilakukan.
          6. Memastikan alat Keselamatan berupa pelampung/lifeboy dan Alat Pelindung diri pada saat bekerja dekat air lengkap dalam kondisi layak pakai dan di gunakan oleh setiap karyawan yang bekerja di dekat air.
          7. Memastikan Pengawas melakukan pengawasan yang intensif untuk pekerjaan di dekat air dan memastikan persyaratan emergency tersedia dalam konsisi yang memadai.
          8. Bagian HSE melakukan pemastian persyaratan K3L terpenuhi selama proses pekerjaan dijalankan hingga selesai.

    5.4.5. Pekerjaan penggalian tanah khusus diidentifikasi sebagai pekerjaan penggalian tanah di luar kegiatan produksi penambangan umum.

          1. Semua karyawan yang terlibat dalam pekerjaan penggalian tanah khusus harus mengetahui dan memahami identifikasi bahaya dan penilaian resiko dari pekerjaan penggalian yang akan dilakukan.
          2. Setiap karyawan yang terlibat harus dalam pekerjaan ini harus mengetahui dan memahami prosedur kerja aman untuk pekerjaan penggalian yang akan dilakukan.
          3. Setiap pekerjaan penggalian tanah khusus harus mendapat ijin dari supervisor dan diketahui oleh Bagaian HSE.
          4. Seluruh kelengkapan data untuk pekerjaan penggalian tanah khusus harus disertakan dan dipelajari sebelum melakukan pekerjaan penggalian.
          5. Pada pekerjaan-pekerjaan penggalian khusus dimana ada potensi kabel tanam dan pipa maka kelengkapan data yang harus dilengkapi antara lain ;
            • Peta instalasi Listrik kabel tanam.
            • Peta instalasi pipa (baik pipa distribusi air bersih maupun pipa tanam lainnya).
            • Diskusi dan konsultasi dengan orang yang mengetahui dan memahami kondisi lokasi kerja harus dilakukan untuk memdapat saran yang diperlukan selama pekerjaan penggalian.
          6. Lokasi Penggalian khusus menjadi lokasi dengan akses terbatas (tidak dapat oleh umum).
          7. Memastikan seluruh Alat Pelindung Diri yang diperlukan sesuai IBPR yang ada selama pekerjaan penggalian lengkap dalam konsidi yang layak pakai dan digunakan oleh orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan penggalian tersebut.
          8. Pada proses penggalian harus disediakan rambu peringatan tentang adanya proses penggalian khusus yang dilakukan.
          9. Pada saat pekerjaan penggalian berlangsung harus diawasi oleh pengawas dengan memperhatikan hasil diskusi dengan orang yang memahami kondisi lokasi kerja yang digali.
          10. Bagian HSE memastikan seluruh persyaratan K3L selalu dipenuhi selama melakukan pekerjaan penggalian khusus.

    5.4.6. Pekerjaan dengan Tegangan Listrik Tinggi yang dimaksud disini adalah pekerjaan yang diidentifikasi sebagai pekerjaan yang dilakukan pada instalasi listrik tegangan > 380 V.

          1. Semua karyawan yang terlibat dalam pekerjaan Tegangan Listrik tinggi harus telah mengikuti pelatihan tentang Bekerja dengan tegangan listrik tinggi.
          2. Karyawan yang akan melakukan pekerjaan ini harus dipastikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang penanganan bahaya pada pekerjaan dengan tegangan Listrik tinggi dan memahami prosedur kerja aman yang telah disusun.
          3. Karyawan tersebut menadapatkan ijin dari supervisor nya untuk melakukan pekerjaan dengan tegangan listrik tinggi dengan surat ijin kerja.
          4. Memastikan alat dan peralatan yang digunakan dalam pekerjaan sesuai dengan standar peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan dengan instalasi listrik dan dalam keadaan yang layak digunakan (KIP update hingga peralatan akan digunakan).
          5. Memastikan lokasi kerja telah di diisolasi dari penyalaan energi yang tidak terkendali.
          6. Memastikan adanya pengawasan intensif selama proses persiapan, saat pekerjaan dilakukan dan saat penyelessaian pekerjaan.
          7. Bagian HSE melakukan pemastian persyaratan K3L terpenuhi selama proses pekerjaan dijalankan hingga selesai.

    5.4.7. Akhir Pekerjaan

          1. Setelah pekerjaan selesai pelaksana pekerjaan harus memeriksa lokasi tempat kerja untuk meyakinkan tidak ada kabel-kabel dan peralatan yang berhubungan dengan bahaya yang masih terbuka, sehingga tidak terjadi pemutusan aliran bahaya arus pendek.
          2. Paling lama satu jam setelah pekerjaan selesai, Koordintor K3L memastikan bahwa pengecekan telah dilakukan oleh pelaksana pekerjaan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut.
          3. Koordinator K3L dan pelaksana pekerjaan bersama-sama menandatangani akhir pekerjaan pada formulir ijin kerja khusus.

    5.4.8. Pendokumentasian

        1. Setelah pekerjaan selesai dilakukan ijin kerja khusus disimpan sebagai catatan. Lembar berwarna putih disimpan di departemen yang melaksanakan pekerjaan, lembar salinan disimpan oleh Koordinator K3L.
        2. Koordinator K3L menyimpan catatan ijin kerja khusus untuk waktu minimal 12 bulan.
  6. DOKUMEN TERKAIT

    • FRM-HSE-014 ( Formulir Ijin Kerja di Ketinggian )
    • FRM-HSE-015 ( Formulir Ijin Kerja Panas )
    • FRM-HSE-016 ( Formulir Ijin Kerja di Ruang Terbatas )
    • FRM-HSE-017 ( Formulir ijin Kerja Dekat Air )
    • FRM-HSE-018 ( Formulir Ijin Penggalian Tanah )
    • FRM-HSE-019 ( Formulir Ijin Kerja Listrik )
Views All Time
Views All Time
220
Views Today
Views Today
1