IJIN MASUK AREA KERJA DAN PENUNJANG

IJIN MASUK AREA KERJA DAN PENUNJANG

 

Daftar Isi

  1. Tujuan.
  2. Ruang Lingkup.
  3. Referensi
  4. Definisi
    4.1.   Definisi Istilah.
    4.2.   Batasan.
  5. Prosedur
  6. Dokumen Terkait

 

  1. Tujuan

    Prosedur ini bertujuan untuk:

    1. Memastikan semua tamu/pengunjung mendapat informasi dan keterangan mengenai K3L (induksi K3L) dan peraturan lain sebelum memulai kunjungan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja selama kunjungan.
  2. Ruang Lingkup

    Prosedur ini diberlakukan di wilayah kerja PT Riung Mitra Lestari (RML).

  3. Referensi

      • ISO 9001 : 2008 Klausul 7. Product Realization
      • ISO 14001 : 2004, Klausul 4.4.6 Operational Control
      • OHSAS 18001:2007, Klausul 4.4.6 Operational Control
      • Undang-Undang No. 1 tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja
      • Persyaratan SMK3 PP No. 50 Tahun 2012
      • Persyaratan SMKP Permen ESDM No. 38 Tahun 2014
  4. Definisi

    4.1. Definisi Istilah

          1. Surat Ijin Kerja adalah pemberian ijin untuk melakukan kegiatan kerja di suatu lokasi / lingkungan kerja dengan mempertimbangkan Aspek K3L
          2. Unsafe Act atau tindakan tidak aman adalah perilaku/tindakan yang salah, tidak mengikuti prosedur kerja atau melanggar peraturan aspek K3L.
          3. Unsafe Condition atau kondisi tidak aman adalah situasi lingkungan kerja yang tidak baik dan berpotensi menimbulkan insiden atau kecelakaan.

    4.2. Batasan

        1. Surat Ijin kerja yang dikeluarkan berdasarkan perintah Project Manager dalam waktu tertentu sesuai kegiatan kerjanya serta dapat dibatalkan bila kondisi lingkungan tidak menjamin dari aspek keselamatan.
        2. Fasilitas Produksi adalah sarana untuk melakukan proses produksi PT. Riung Mitra Lestari (RML).
        3. Fasilitas penunjang adalah kantor, gudang, bengkel dan sejenisnya.
        4. Tamu adalah pengunjung dengan keperluan tertentu, kontraktor yang akan melakukan pekerjaan dan pekerja atau mitra kerja PT Riung Mitra Lestari selain yang bertugas di fasilitas produksi setempat.
  5. Prosedur

    5.1 Tugas dan Tanggung-jawab dalam Ijin Masuk Area Kerja dan Penunjang.

        1. Manager Proyek bertanggung-jawab untuk memastikan seluruh tamu/pengunjung yang datang mendapatkan informasi K3L dalam induksi K3L secara memadai.
        2. Manager Proyek bertanggung-jawab untuk memastikan semua tamu/pengunjung diterima sesuai dengan prosedur ijin masuk area kerja dan pendukung.
        3. Semua Kepala Bagian bertanggung-jawab untuk memberikan informasi atas rencana kedatangan tamunya ke bagian HRGA dan bagian HSE.
        4. Kepala Bagian HRGA bertanggung-jawab untuk memastikan tamu/pengunjung diterima sesuai prosedur oleh security.
        5. Kepala Bagian HSE bertanggung-jawab untuk memastikan tamu/pengunjung mendapat induksi K3L sebelum melakukan kegiatan di area kerja atau area penunjang.

    5.2 Prosedur dalam Ijin Masuk Area Kerja dan Penunjang

        1. Pintu gerbang utama harus selalu dalam keadaan tertutup kecuali atas izin Pengawas untuk dibuka dan tamu harus melalui pintu yang telah ditentukan.
        2. Tamu harus melapor terlebih dahulu ke Pos Jaga/Security.
            • Jumlah tamu yang diperbolehkan masuk ke fasilitas produksi dapat ditentukan sesuai dengan kondisi di lapangan.
            • Security meminta tamu untuk mengisi buku tamu yang telah tersedia.
            • Security meminta identitas tamu dan menyimpannya untuk sementara sampai keperluan tamu tersebut selesai .
            • Security melapor kepada Pengawas atau petugas HSE di fasilitas produksi mengenai kedatangan tamu serta keperluannya.
        3. Safety officer melakukan Induksi K3L terhadap tamu/pengunjung yang datang sesuai dengan SOP-HSE-005_ Induksi K3L.
        4. Safety Officer membagikan check list induksi keselamatan kerja kepada tamu untuk mengetahui pemahaman tamu terhadap induksi yang telah diberikan
        5. Pengawas memeriksa kelengkapan surat – surat (surat pengantar/Surat Ijin Kerja) bagi tamu yang akan melakukan pekerjaan di lingkungan fasilitas produksi.
        6. Pengawas/operator melakukan induksi keselamatan kerja (safety briefing) untuk menjelaskan secara ringkas mengenai aspek penting dalam pekerjaannya :
            1. Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib digunakan.
            2. Kegiatan operasi dan tingkat bahaya yang ada.
            3. Daerah aman dan daerah berbahaya (hazardous area)
            4. Tempat berkumpul keadaan darurat (muster point)
            5. Tanda/isyarat apabila terjadi keadaan darurat
            6. Memperhatikan arah angin pada wind shock
            7. Mematuhi larangan – larangan antara lain :
              • Dilarang merokok
              • Dilarang membuat api terbuka
              • Dilarang menggunakan kamera tanpa ijin
              • Dilarang menimbulkan pencemaran
            8. Bila terjadi kecelakaan atau memerlukan P3K untuk menghubungi petugas di lapangan/pengawas/petugas HSE.
            9. Melapor kepada petugas di lapangan/pengawas/petugas HSE apabila melihat atau menemukan unsafe act atau unsafe condition.
        7. Tamu melaksanakan pekerjaan/keperluannya sesuai dengan jam kerja dibawah pengawasan petugas di lapangan.
        8. Setelah selesai melaksanakan pekerjaan/keperluannya kemudian melapor kepada Pengawas dan Security.
  6. Dokumen Terkait

      • FRM-HSE-005 ( Form Induksi Tamu )
Views All Time
Views All Time
100
Views Today
Views Today
1