ISOLASI ENERGI

Isolasi Energi / LOG OUT – TAG OUT

 

Daftar Isi

  1. Tujuan.
  2. Ruang Lingkup.
  3. Referensi
  4. Definisi
  5. Prosedur.
  6. Dokumen terkait.

1.   Tujuan

Prosedur ini bertujuan untuk :

  1. Memastikan adanya format standart untuk sistem isolasi energi dan LOCK OUT di seluruh perusahaan.
  2. Memastikan bahwa semua sumber energi pada alat/peralatan dan instalasi dalam “Potensial Nol” sebelum di mulai sebuah pekerjaan.
  3. Memastikan bahwa semua alat Lock Out di kelola dengan efektif dalam perusahaan.
  4. Mencegah terjadi nya cidera pada karyawan yang terlibat pekerjaan yang membutuhkan isolasi energi.

2.   Ruang Lingkup

Semua proses kerja yang ada di PT. Riung Mitra Lestari (RML).

3.   Referensi

  • ISO 9001:2008 Klausul 7. Product Realization
  • OHSAS 18001:2007, klausul 4.4.6 Operational Control
  • Undang-Undang No. 1 tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja
  • Persyaratan SMK3 PP No. 50 Tahun 2012
  • Persyaratan SMKP Permen ESDM No. 38 Tahun 2014

4.   Definisi

4.1.       Sumber Energi adalah setiap sumber listrik, mekanik, hidrolik, kimia, panas, gravitasi atau sumber energi lain.
4.2.       Penguncian adalah proses Pemasangan LOTO pada alat pengisolasi energi sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan untuk memastikan bahwa alat pengisolasi energi dan peralatan yang sedang dikendalikan tidak dapat dioperasikan hingga alat LOTO itu dilepas.
4.3.       Alat Pengunci adalah alat yang dapat mengunci, dapat berupa gembok dan anak kuncinya / kunci kombinasi, untuk menahan suatu alat pengisolasi energi pada posisi aman dan mencegah pelepasan energi pada mesin atau peralatan.
4.4.       Pemasangan Label adalah proses memasang suatu label (tanda bahaya) ke suatu alat pengunci yang dipasang ke alat pengisolasi energi untuk melarang orang mengoperasikan atau mengalirkan energi pada suatu peralatan yang dirawat, dipelihara, diperbaiki atau dimodifikasi tanpa izin.
4.5.       Label Tanda Bahaya adalah suatu tanda peringatan yang jelas, berupa label dan perlengkapannya yang dapat dipasangkan dengan kuat pada alat pengisolasi energi sehingga dapat menunjukkan bahwa alat pengisolasi energi dan peralatan yang sedang dikendalikan tidak boleh dioperasikan hingga label dilepas.
4.6.       LOTO adalah, kombinasi dari penguncian & pelabelan alat. Ini adalah standard yang akan digunakan untuk seluruh PT RML  Setiap operator akan menerima LOTO yang dibuat dari suatu kunci dengan suatu tanda bahaya dibedakan dari yang lain berkait dengan itu. LOTO juga mengacu pada proses penguncian & pelabelan ke sumber energi.
4.7.       Operator adalah pekerja yang ditugaskan untuk mengoperasikan mesin, fasilitas proses, peralatan listrik yang sedang dirawat, diperbaiki atau dimodifikasi, atau pekerja yang tugas sehari-harinya memelihara pengoperasian semua peralatan produksi / proses dimana prosedur LOTO diperlukan. Operator termasuk tetapi tidak terbatas pada petugas listrik, mekanik, dsb.4.8.       Pegawai Berwenang adalah petugas yang memasang LOTO pada mesin, fasilitas proses produksi atau peralatan untuk melakukan perbaikan, pemeliharaan atau modifikasi pada peralatan tersebut

5.   Prosedur

  • Tugas dan Tanggungjawab dalam Isolasi Energi dan Lock Out – Tag Out
  1. Manager proyek bertanggung-jawab untuk memastikan adanya identifikaisi bahaya dan penilaian resiko serta penentuan pengendalian dari seluruh kegiatan yang dilakukan di site yang berhubungan dengan energi (listrik, mekanik, gravitasi, hidrolik dan pneumatik).
  2. Kepala Bagian Plant bertanggung-jawab untuk memastikan adanya Infrastruktur / peralatan LOTO yang memadai.
  3. Kepala bagian PLANT bertanggung jawab untuk menunjuk seorang sebagai “pengendali LOTO” di jobsite.
  4. Pengendali LOTO bertanggung-jawab untuk pengelola dan mengendalikan LOTO di Jobsite.
  5. Pengendali LOTO bertanggung-jawab untuk memastikan seluruh peralatan LOTO yang digunakan di Jobsite di nomori dan di registrasi.
  6. Pengendali LOTO bertanggung jawab untuk memastikan terpenuhinya standart LOTO yang di gunakan di Job site dan diadakannya Inspeksi/pemeriksaan rutin pada alat/peralatan LOTO yang ada.
  7. Seluruh Kepala Bagian bertanggung-jawab untuk memastikan kompetensi karyawa nya dalam penggunaan LOTO.
  8. Kepala Bagian Plant bertanggung-jawab untuk memastikan adanya pelatihan terkait LOTO untuk mekanik yang bekerja terkait isolasi energi.
  9. Kepala Bagian Plant dan HSE bertanggung-jawab untuk memastikan adanya Prosedur tugas spesifik terkait penggunaan LOTO untuk isolasi energi.
  10. Seluruh Kepala Bagian bertanggung-jawab untuk mensosialisasikan prosedur yang telah dibuat kepada karyawan PT. Riung mitra Lestari dan kontraktor nya.
  • Prosedur dalam Isolasi Energi dan Lock Out – Tag Out
  1. Persyaratan alat dan Peralatan LOTO yang digunakan di PT. Riung Mitra Lestari.
  2. Peralatan LOTO harus mampu menahan perubahan kondisi cuaca sekitar, baku, kokoh dan mudah teridentifikasi.
  3. LOTO terdiri dari PadLock dan Danger Tag.
  4. Alat LOTO harus dilengkapi nomor seri.
  5. Danger Tag harus berisi Nama pemegang, Jabatan pemegang, Nomor induk Pemengang (sebagai karyawan), nama atasan langsung pemegang dan masa berlaku Danger Tag
  6. Alat LOTO bersifat personal/pribadi dan di simpan, dipelihara secara pribadi oleh pemegang yang teregister.
  7. Semua kendaraan/mesin/instalasi harus dilengkapi dengan fasilitas untuk melakukan Lock Out – Tag Out.
  1. Pemasangan LOTO
  2. LOTO harus dipasang pada pekerjaan dengan situasi sebagai berikut antara lain :
    • Pekerjaan perawatan atau perbaikan kendaraan/mesin/peralatan dimana terdapat potensial penyalaan (start up) yang tidak terduga/tidak diinginkan.
    • Pekerjaan perawatan atau perbaikan kendaraan/mesin/peralatan dimana terdapat potensial terlepasnya energi yang tersimpan dari kendaraan/mesin/peralatan.
  3. LOTO harus dipasang pada kendaraan/mesin/peralatan yang tidak aman untuk dioperasikan.
  4. Lock harus dipasang bersamaan dengan Personal Tag pada pekerjaan dengan kategori seperti disebutkan dalam item 1 dan 2.
  5. Semua LOTO (Pad Lock dan Personal Tag) harus di pasang dengan baik sehingga tidak mudah terlepas kecuali dilepas oleh pemasang nya.
  6. Komunikasikan LOCK-OUT yang dilakukan kepada seluruh personil yang melakukan pekerjaan dan yang berada disekitar area dimana sistem LOCK-OUTdilakukan dan penanggung-jawab area dimana LOTO akan dilakukan.
  7. Seluruh aliran energi yang terkait dengan area dimana pekerjaan akan dilakukan harus dipastikan benar-benar terisolasi baik, sehingga tidak ada aliran energi yang tidak diinginkan terjadi.
  8. LOTO dipasang pada swicth on/off energi yang telah diputuskan untuk memastikan bahwa swicth on/off benar-benar terkunci dan tidak akan ada energi yang keluar tanpa disengaja.
  9. Seluruh personel yang akan melakukan perbaikan/pekerjaan harus memasang LOTO nya masing-masing.
  10. Tidak diperbolehkan ada personil yang melakukna pekerjaan pad unit/kendaraan/mesin tanpa memasang LOTO nya sendiri.
  11. Lock out hanya boleh dipasang oleh orang yang identitasnya tertera dalam personal Tag.
  12. Tidak diperbolehkan memindahkan LOTO milik orang lain.
  13. Sistem LOTO hanya berlaku stu shift, jika pekerjaan tertunda karena sesuatu hal, prosedur LOTO akan dijelaskan di point D
  1. Pelepasan LOTO
  2. Pelepasan LOTO dilakukan ketika pekerjaan telah selesai dan seluruh personil yang melakukan pekerjaan telah menyatakan menyelesaikan pekerjaannya.
  3. LOTO yang terpasang hanya boleh di lepas oleh orang yang memasang dimana identitas nya terdapat dalam personal Tag (yang memasang).
  4. Dalam keadaan darurat atasan langsung personil yang memasang LOTO berhak untuk melepaskan nya jika personil yang memasang “tidak berada ditempat” dengan memastikan telah menghubungi personil yang bersangkutan dan memastikan kondisi area benar-benar dalam keadaan aman.
  1. Prosedur jika pekerjaan di tunda.
  2. Apabila pekerjaan yang dilakukan tidak selesai dalam waktu satu shift dan harus di teruskan oleh personil pada shift berikutnya, maka harus ada komunikasi tentang pekerjaan yang dilakukan oleh tim/personel shift pertama kepada tim/personil shift berikutnya.
  3. Seluruh tim/personil shift pertama yang telah melakukan pekerjaan nya harus melepas LOTO yang dipasang dan tim/personil pada shift yang akan melanjutkan pekerjaan wajib memasang LOTO bersamaan dengan pelepasan LOTO tim/personil sebelum nya.
  4. Untuk pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan pada satu shift, maka Pengendali LOTO wajib mengkomunikasikan dengan pengendali LOTO shift berikutnya dan progress pekerjaannya.
  5. Seluruh tim/personil yang melakukan pekerjaan pada shift 1 wajib melepas LOTO pada akhir shif, kecuali pengendali LOTO shift 1.
  6. Setelah menggomunikasikan pekerjaan yang tak terselesaikan kepada pengendali LOTO shift berikutnya, maka pengendali LOTO shift 1 dapat melepas LOTO yang dipasang dan di gantikan dengan LOTO yang dipasang oleh pengendali LOTO shift selanjutnya pada saat yang bersamaan.
  7. Seluruh personil shift 2 yang akan melanjutkan pekerjaan wajib memasang LOTO nya masing-masing sebelum memulai pekerjaan.

6.   Dokumen  terkait

  • FRM-HSE-020 (Formulir Pengendalian Distribusi LOTO)
  • FRM-HSE-021 (Formulir Pelepasan LOTO)
  • STD-HSE-003 (Standard Lock Out – Tag Out)
Views All Time
Views All Time
351
Views Today
Views Today
1