Pedoman Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan.

Pedoman Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan.

 

Daftar Isi

  1. Tujuan.
  2. Ruang Lingkup.
  3. Referensi
  4. Definisi
  5. Prosedur
    5.1.   Tugas dan Tanggung jawab dalam Pedoman Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
    5.2.   Prosedur Pedoman Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
  6. Dokumen Terkait

1.  Tujuan

Prosedur ini bertujuan untuk

    1. Memastikan bahwa perusahaan memiliki sistem untuk menyusun Pedoman Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan.
    2. Mengurangi, Mengatur dan mengendalikan paparan risiko lingkungan terhadap perusahaan.

2.  Ruang Lingkup

Prosedur ini hanya berlaku di lingkungan PT Riung Mitra Lestari (RML).

3.  Referensi

    • ISO 9001: 2008 Klausul 7.3 Design and Development
    • ISO 14001 : 2004, Klausul 4.3.1 Environtmental Aspect dan 4.4.6 Operational Control
    • OHSAS 18001:2007, Klausal 4.3.1 HIRA-DC dan 4.4.6 Operational Control

4.  DefEnisi

    1. Lingkungan adalah semua hal yang mempengaruhi pertumbuhan manusia maupun hewan dan tumbuhan.
    2. Pengolahan Lingkungan adalah Kegiatan atau proses yang berupaya untuk mengolah lingkungan demi mempertahankan atau meningkatkan kondisi lingkungan.
    3. Risiko Lingkungan adalah kemungkinan terjadinya kecelakaan lingkungan atau paparan bahaya terhadap lingkungan.
    4. Persyaratan perundangan adalah regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.
    5. Persyaratan Lainnya adalah regulasi/peraturan yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga diluar pemerintahan yang menjadi persyaratan bagi akreditasi.

5.  Prosedur

5.1. Tugas dan Tanggung-jawab dalam Pengelolaan Limbah Cair.

        1. Manager Proyek bertanggung-jawab untuk memastikan setiap Jobsite telah menyusun sebuah rincian PKPL yang didasarkan kepada :
          • AMDAL dari Klien
          • IBPR/IADL yang telah disusun
          • Identifikasi Peraturan Perundangan K3L dan Persyaratan lainnya.
          • Aspek dan Dampak Lingkungan yang spesifik di Jobsite.
        2. Kepala Bagian HSE bertanggung-jawab untuk menyususun PKPL di Jobsite dengan persetujuan dari Manager Proyek.
        3. PKPL yang disusun harus berisi informasi rinci mengenai hal-hal berikut tetapi tidak terbatas pada ;
          1. Rencana pengelolaan dan Pencegahan Pencemaran udara, tanah , Air dan Air permukaan.
          2. Pengelolaan Pencemaran udara yang meliputi debu, dan asap
          3. Rencana Konservasi Sumber daya Alam dan
          4. Pengendalian Bahan Beracun dan Berbahaya.
        4. Manager Proyek harus memastikan Dokumen PKLP di review secara berkala.
        5. Manager Proyek bertanggung-jawab untuk memastikan adanya perosedur dan peraturan lain untuk mendukung pelaksanaan PKPL di Jobsite.

5.2 Prosedur Pengelolaan Limbah cair

        1. Kepala bagian K3L melakukan penyusunan PKPL berdasarkan :
          • AMDAL dari Klien
          • IBPR/IADL yang telah disusun
          • Identifikasi Peraturan Perundangan K3L dan Persyaratan lainnya.
          • Aspek dan Dampak Lingkungan yang spesifik di Jobsite.
        2. PKPL berisi hal-hal dibawah ini :
          • Rencana pengelolaan dan Pencegahan Pencemaran udara, tanah , Air dan Air permukaan.
          • Pengelolaan Pencemaran udara yang meliputi debu, dan asap
          • Rencana Konservasi Sumber daya Alam dan
          • Pengendalian Bahan Beracun dan Berbahaya
        3. PKPL yang telah disusun harus mendapat persetujuan dari Manager Proyek.
        4. Kepala Bagian HSE mensosialisasikan PKPL yang disusun kepada seluruh Bagian.
        5. PKPL digunakan untuk menyusun program pengelolaan Lingkungan di Jobsite.
        6. Setiap Kepala bagian berkewajiban mengkomunikasikan PKPL jobsite ke seluruh karyawan yang ada di Bagiannya sehingga mereka dapat berpartisispasi dalam upaya-upaya pengelolaan Lingkungan.

6.  Dokumen Terkait

    • Lampiran B. (Petunjuk Penyusunan PKPL)
Views All Time
Views All Time
40
Views Today
Views Today
1